Motivator Indonesia Muslim, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkena

Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Diri. Tampilkan semua postingan

Seminar Motivasi Diri, Motivator Indonesia, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal


Sebagai pembicara seminar motivasi atau (Motivator Indonesia), saya selalu mengajak mereka untuk lebih sukses. Ya, lebih sukses.

Seminar-Motivasi-Diri-Motivator-Indonesia-Motivator-Terbaik-Indonesia-Motivator-Indonesia-Terkenal

Namun tak semuanya berkenan. Sebagian beralasan. 
-       Saat kita menyarankan sesuatu yang baru, alasannya "Saya nggak punya ilmu, nggak punya pengalaman."
-       Saat diberitahu cara-caranya, katanya "Kamu sok tahu," atau "Ah ini susah," atau "Di sana sih berhasil, di sini belum tentu." 
-       Saat diberitahu investasi yang besar, alasannya "Saya nggak punya uang. Untuk makan saja susah." 
-       Saat diberitahu investasi yang kecil, alasannya " Malas ah. Hasilnya kekecilan, hasilnya kelamaan." 
-       Saat teman-temannya sukses duluan, alasannya "Itu kebetulan saja. Nasib orang kan beda-beda." 
-       Dikasih gratis, murah, atau refund, katanya "Mau memanfaatkan saya? Mau menipu saya? Kamu pikir saya bodoh?" 
Dikasih motivasi, nggak percaya. Dikasih bukti, katanya pamer. Saat kita berhenti memberi motivasi, katanya "Kamu lagi bangkrut ya?" 


Motivator-Indonesia-Terkenal-Seminar-Motivasi-Diri-Motivator-Indonesia-Motivator-Terbaik-Indonesia

Hehehe. Ya sudah. Kita berikan saja motivasi dan inspirasi kepada mereka yang berkenan. Insya Allah mereka akan dipertemukan dengan perubahan dan kesuksesan.


Motivator-Terbaik-Indonesia-Motivator-Indonesia-Terkenal-Seminar-Motivasi-Diri-Motivator-Indonesia

Sekian dari saya, Motivator - Ippho Santosa

Seminar Motivasi Karyawan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Muslim Islami


Seminar motivasi, haruskah? Training motivasi, haruskah? Karyawan bisa beroleh motivasi dan inspirasi dari mana saja, dari siapa saja. Termasuk dari ibu kita. Itulah yang sebenarnya.


Seminar-Motivasi-Karyawan-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Muslim-Islami 
Ippho Santosa - Motivator Indonesia Terkenal Terbaik Asia

 
Di suatu subuh, ibu saya bercerita ke saya, sambil meneteskan air mata. Sebenarnya dulu ia pernah berdoa agar di masa tuanya bisa sholat subuh berjamaah, bersama suaminya. Ternyata Allah menetapkan takdir yang berbeda. Sang suami (ayah saya) meninggal pada tahun 1999. Namun demikian, Allah punya cara tersendiri untuk mengabulkan doanya. Rupanya, salah satu anaknya berusaha rutin sholat subuh berjamaah dan tentunya selalu mengajak dirinya. Walaupun bercerita sambil menitikkan air mata, tapi saya tahu persis, itu adalah air mata bahagia, insya Allah.

Membahagiakan orangtua terutama ibu bukan sekedar mengucapkan “Selamat Hari Ibu”. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Sama sekali bukan itu yang utama. Bagaimana kita memuliakan dan membahagiakan mereka setiap harinya, itu jauh lebih utama. Tanyalah ibu manapun, pastilah mereka senang teramat sangat kalau anaknya nggak neko-neko, anaknya selalu perhatian, anaknya selalu sholat (bagi yang muslim), dan seumpamanya.

Motivator-Indonesia-Muslim-Islami-Seminar-Motivasi-Karyawan-Motivator-Indonesia-Terkenal
Ibu saya dan kakaknya ziarah ke makam ibunya (nenek saya) di Payakumbuh

Percayalah, bukan uang yang paling mereka harapkan. Bukan. Coba lihat di luar sana, betapa banyak anak yang miskin namun berhasil memuliakan dan membahagiakan ibunya, karena memang si anak ini penuh perhatian. Ia mengalokasikan waktu untuk ibunya. Makan bareng. Jalan bareng. Libur bareng. Ketika jauh, ia pun sering menelepon atau WA ibunya. Coba baca kalimat tadi baik-baik. Apa susahnya? Nggak susah kan? Nggak harus pakai uang kan? Sempatkan 10 detik untuk share artikel ini kepada teman-teman dan keluarga anda. Mengingatkan mereka.

Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Muslim-Islami-Seminar-Motivasi-Karyawan

Terhadap atasan atau orang asing, kita sering mengucapkan, “Pak, ada yang bisa saya bantu?” Pernahkah kita mengucapkan ini kepada ibu? Kalau terhadap atasan atau orang asing saja kita bisa santun, mestinya kepada ibu kita bisa lebih daripada itu. Lebih! Jangan sampai orangtua keburu meninggal dan kita menjadi anak yang menyesal. Lalu, anak kita pun ikut-ikutan lalai dan abai kepada kita, karena mereka jarang-jarang melihat contoh berbakti dari kita.

Seminar-Motivasi-Karyawan-Kerja-Pekerja-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Muslim-Islami

Pada akhirnya, semoga kita semua dimampukan untuk memuliakan dan membahagiakan ibu kita. Apapun profesi dan posisi kita. Mungkin karyawan, mungkin yang lainnya.

Seminar Motivasi Diri Ippho Santosa, Motivator Indonesia, Motivator Sukses, Motivator Bisnis

Dalam seminar motivasi diri atau seminar motivasi sukses, kadang saya menyinggung soal bahagia. Ya, sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.
Seminar-Motivasi-Diri-Ippho-Santosa-Motivator-Indonesia-Motivator-Sukses-Motivator-Bisnis
Motivator-Bisnis-Seminar-Motivasi-Diri-Ippho-Santosa-Motivator-Indonesia-Motivator-Sukses

  • Perlu dicatat, keberadaan agama bukan saja untuk mengatur, tapi juga untuk membahagiakan dan menyelamatkan. Sekali lagi, untuk membahagiakan dan menyelamatkan:
  • Penelitian University of Wisconsin (2012) menyimpulkan bahwa syukur dan keyakinan kepada Tuhan membuat orang lebih bahagia.
  • Jurnal Psychological Science (2012) memaparkan bahwa orang yang taat beragama memiliki percaya diri dan kondisi psikologi yang lebih baik. Penelitian melibatkan hampir 200.000 orang di 11 negara.
  • Penelitian University of Illinois dan Gallup Organization (2011) menunjukkan bahwa orang yang beragama lebih bahagia. Penelitian berlangsung di 150 negara.
  • Penelitian Legatum Prosperity Index menjabarkan bahwa orang yang taat beragama memiliki daya tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Penelitian diselenggarakan di 110 negara.  

Masihkah kita meragukan peran agama dalam kebahagiaan?  

Berita 'Seminar Motivasi' di Solo Pos.
Berita 'Seminar Motivasi' di Tribun Jogja.
Berita 'Seminar Motivasi di Tribun Pekanbaru.
Berita 'Seminar Motivasi' di Bintang.
Berita 'Seminar Motivasi' di Telkom.
Berita 'Seminar Motivasi' di Kementerian Keuangan.
Berita 'Seminar Motivasi' di Kementerian Keuangan.
Berita 'Seminar Motivasi' di Kementerian Keuangan.


Seminar Motivasi Karyawan, Motivasi Kerja, Motivasi Pekerja, Motivator Indonesia Terkenal

Dalam seminar motivasi untuk karyawan atau seminar motivasi kerja, saya sering menyinggung soal kerja adalah ibadah. Bukan sekadar mencari nafkah. Sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.

seminar-motivasi-untuk-karyawan-seminar-motivasi-kerja-esq

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses


Semua orang tahu #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya
-       Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
-       Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-untuk-karyawan

Maaf, kalau sekadar kerja, kera juga kerja. Kalau sekadar makan, babi hutan juga makan. Buya Hamka sudah mengingatkan ini dengan tegas dan keras sejak puluhan tahun yang silam. Yah, sudah sepantasnya manusia punya nilai tambah. Ketika bekerja, manusia hendaknya juga mencari keberkahan, keilmuan, pengalaman, silaturahim, nama baik, dan lain sebagainya. Bukan sekadar kerja. Silakan berfalsafah, “Kerja, kerja, kerja.” Namun iringi juga dengan, “Berkah, berkah, berkah.”     

Masihkah kita menganggap kerja itu sekadar mencari nafkah? Motivator